Kebiasaan Sehari-Hari Yang Turunkan Kemampuan Otak

Punya segudang aktivitas? Jika ya, tentu Anda membutuhkan kemampuan otak yang tajam agar performa kerja tetap terjaga. Namun tanpa disadari, kebiasaan tertentu justru dapat menurunkannya. Cari tahu apa Kebiasaan Sehari-Hari Yang Turunkan Kemampuan Otak

kebiasaan-sehari-hari-yang-turunkan-kemampuan-otak

Kebiasaan Sehari-Hari Yang Turunkan Kemampuan Otak | Untuk menjalani kehidupan ini, tentu kemampuan berfikir sangat dibutuhkan, terutama saat seseorang sedang berurusan dengan suatu masalah. Bagi mereka yang memiliki kemampuan berpikir tinggi, kemungkinan ia akan dengan mudah menyelesaikan suatu masalah. Sementara bagi mereka dengan kemampuan berfikir yang kurang, maka tak jarang akan membutuhkan waktu yang lama dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapinya.

Namun demikian, sekarang yang jadi pertanyaan adalah apakah ada suatu kebiasaan yang dapat menurunkan kemampuan berpikir otak? Ternyata ada, dan faktanya ada banyak sekali yang bisa memperngaruhi kemampuan berpikir otak seseorang. Salah satu faktornya itu ternyata bisa dari kebiasaan yang sering kita lakukan. Apa saja?

Kebiasaan Yang Menurunkan Kemampuan Otak

  • Mengonsumsi makanan tinggi lemak

Mengonsumsi lemak jenuh dalam porsi besar seperti bacon, roti panggang dan telur dadar menghambat fungsi dopamin otak, neurotransmitter penting yang bertanggung jawab untuk motivasi. Studi dari University of Montreal menemukan bahwa konsumsi lemak yang tinggi menyebabkan

gangguan fungsi sirkuit otak sehingga menyebabkan gangguan mood, kecanduan narkoba, dan makan berlebihan”.

Sama seperti narkotika, semakin banyak lemak jenuh yang kita konsumsi, maka semakin besar kita menginginkannya lagi supaya mendapatkan “perasaan senang”.

  • Multitasking

Earl Miller, ahli syaraf di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan:

Otak kita tidak terpasang untuk multitasking. Ketika orang-orang berpikir sedang multitasking, sebenarnya mereka hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cepat. Dan setiap kali mereka melakukan hal tersebut, ada ‘biaya kognitif’ yang dikeluarkan,”.

Saat multitasking, kita menggunakan glukosa yang merupakan ‘bensin otak’ lebih cepat, sehingga membuat pikiran kita bekerja dua kali lebih banyak dan kelelahan.
Mengecek e-mail di tengah-tengah pekerjaan bisa menurunkan IQ kita hingga 10 poin. Miller menambahkan, multitasking bisa membahayakan kita. Contohnya saat menyetir sambil menelepon. Kapasitas kognitif kita yang terbatas menandakan kita tidak bisa fokus pada tugas yang terlalu banyak.

  • Googling

Memiliki informasi tak terbatas setiap saat, merupakan keberuntungan sekaligus bencana bagi syaraf. Dengan mudah bisa mencari alamat, resep, nomor telepon, melalui Google berarti kita jadi tidak terlalu mengandalkan memori sendiri. Hipokampus otak berhubungan dengan ingatan yang paling baru.

Googling mempengaruhi teknik penyimpanan memori tersebut. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan Columbia University menunjukkan saat ini kita lebih mungkin untuk mengingat di mana kita menyimpan informasi daripada isi informasi itu sendiri. Microsoft mengatakan, rentang ingatan otak kita telah menurun, dari rata-rata 12 detik 15 tahun yang lalu, menjadi 8 detik saat ini.

  • Terlalu banyak gula

Studi UCLA di tahun 2012 yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa terlalu banyak fruktosa – gula yang ditemukan pada buah-buahan, madu dan sayuran – efektif memperlambat otak dengan mempengaruhi kemampuan insulin untuk membantu sel-sel otak mengubah gula menjadi energi untuk berpikir. Namun, mengonsumsi omega 3 bisa melawan masalah tersebut.

  • Mengunyah permen karet

Belum lama ini, kita masih mengira bahwa mengunyah permen karet baik untuk kesehatan kita. Ahli syaraf, Earl Miller mengatakan:

Mengunyah permen karet merupakan latihan fisik yang memperlancar aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi kognitif dengan memberikannya energi ekstra,” katanya.

Namun, eksperimen terbaru justru menunjukkan hal berbeda. Mengunyah permen karet justru mengalihkan perhatian partisipan dari tugas mengingat jangka pendek seperti mempelajari urutan barang dari sebuah daftar.

  • Duduk sepanjang hari

Duduk seharian merupakan tindakan yang akrab dengan para pekerja. Tahukah Anda bahwa tindakan ini bisa berdampak buruk bagi otak? Studi menemukan bahwa orang yang duduk lebih dari 6 jam sehari bisa menyebabkan otak mengalami stres dan tidak mampu mengelola informasi dengan baik.

  • Begadang

Secara normal, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 6-9 jam setiap malam. Penelitian membuktikan bahwa orang yang tidak cukup tidur akan mengalami performa kerja yang menurun lebih dari 30%, serta volume otak yang mengalami penyusutan. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari kebiasaan begadang.

  • Mendengarkan musik dengan earphone

Mendengarkan musik menggunakan earphone selama bekerja sebenarnya tidak masalah. Tindakan ini baru akan menjadi masalah bila musik yang didengarkan lewat earphone memiliki volume yang sangat tinggi. Bagaimana menentukan volume yang terlalu tinggi? Jika sudah tidak bisa mendengar suara di sekitar Anda lagi, itu artinya volume suara di earphone Anda sudah terlalu tinggi.
Telinga yang terpapar suara bervolume tinggi terus-menerus rentan mengalami gangguan pendengaran. Nah, orang yang mengalami gangguan pendengaran memiliki risiko tinggi untuk mengalami gangguan daya ingat.

  • Tidak sarapan

Sarapan sering dianggap hal sepele. Bahkan ada anggapan bahwa sarapan bisa membuat badan menjadi gemuk. Hal ini salah. Sarapan sangat penting untuk menjamin performa otak yang optimal. Melalui sarapan, tubuh akan memiliki kadar glukosa yang cukup. Glukosa dibutuhkan otak untuk dapat bekerja dengan baik, juga untuk regenerasi sel-sel otak.

  • Menyendiri

Dikejar-kejar deadline terkadang membuat Anda melewatkan waktu untuk bersosialisasi. Atau mungkin, Anda lebih suka bergaul dengan gadget dibandingkan bercakap-cakap dengan orang lain? Hati-hati, hal tersebut tidak baik bagi otak. Ngobrol selama 10-15 menit ternyata dapat memberikan waktu pada otak untuk relaksasi dan menata memori yang diterima. Orang yang penyendiri terbukti lebih rentan mengalami gangguan daya ingat dibandingkan orang yang memiliki kebiasaan bersosialisasi.

Baca Juga : Fakta Mengenai Donor Darah Yang Mesti Diketahui

Apakah anda termasuk orang yang melakukan salah satu kebiasaan diatas? Mari selamatkan otak dan daya ingat anda dengan menghindari Kebiasaan Sehari-Hari Yang Turunkan Kemampuan Otak seperti yang kami kutif diatas. Semoga bermanfaat.

| Kebiasaan Sehari-Hari Yang Turunkan Kemampuan Otak |

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s